Sri Mulyani Susuri 81 WNI yang Ikut serta Mega Transfer Rp 19 Triliun

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani meyakinkan pihaknya akan tidak tinggal diam dengan tersingkapnya mega transfer Rp 19 triliun oleh 81 WNI.

Bekas Direktur Pelaksanan Bank Dunia itu juga akan bekerja sama juga dengan beragam pihak untuk lakukan verifikasi kepatuhan pajak 81 WNI itu.

“Kami juga akan lihat apakah telah masuk didalam dana penerimaan tax amnesty ataupun penerimaan pajak (atau belum juga), ” katanya di Jakarta, Jumat (20/10/2017).

Bahkan juga Sri Mulyani sempat juga membawa masalah transfer dari dari Guernsey Inggris ke Singapura itu di acara Pertemuan Tahuan IMF-World Bank di Washington DC minggu kemarin.

Hal tersebut di sampaikan waktu ia disuruh untuk mengemukakan progres proses Automatic Exchange of Information (AEoI) serta common reporting standar dalam pertemuan itu.

Terlebih dulu, Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Ken Dwijugiaseteadi menyebutkan, pengalihan dana besar itu dilatarbelakangi juga akan ada program pengampunan pajak atau tax amnesty di Indonesia.

Mulai sejak 2015, gagasan program tax amnesty memanglah telah kuat berhembus. Tetapi pengerjaannya baru dikerjakan pada Juli 2016 sesudah UU 11 Th. 2016 mengenai Pengampunan Pajak disahkan DPR

Mengenai berdasar pada laporan hasil analisa Pusat pelaporan serta Transaksi Keuangan (PPATK) yang di terima Ditjen Pajak, ada 81 nasabah WNI yang ikut serta dengan mega transfer itu.

Dari hasil analisis itu juga papar Ken, tersingkap kalau perpindahan dana itu dikerjakan karena 81 WNI ketakutan otoritas pajak Inggris juga akan memberikan laporan data nasabah WNI pada Ditjen Pajak (common reporting standard).

Sesaat Singapura sendiri adalah negara yang di kenal lebih kuat dalam tutup kerahasiaan nasabah perbankan. Di bagian beda, tarif pajak di negeri jiran itu juga dinilai lebih rendah dibanding Inggris.

Satu pekan di AS, Sri Mulyani Kebanjiran Tawaran Bantuan

Mulai sejak minggu lantas, Menteri Keuangan Sri Mulyani ada di Washington DC, Amerika Serikat (AS) dalam rencana menghadiri acara Pertemuan Tahunan Bank Dunia serta IMF.

Dalam akun media sosialnya, Sri Mulyani memaparkan beberapa hasil dari beragam aktivitasnya di AS. Termasuk juga memperoleh beragam tawaran pertolongan dari beberapa negara.

Tersebut sebagian tawaran pertolongan yang di sampaikan Sri Mulyani lewat video yang di sampaikan di media sosialnya, Minggu (15/10/2017) :

1. Kelistrikan

Jerman tawarkan diri untuk meningkatkan infrastruktur pembangkit listrik dari daya paling barukan. Tawaran itu di sampaikan karena negara Eropa Barat itu mempunyai ketersedian dana melimpah untuk meningkatkan daya paling barukan di beberapa negara.

2. Transportasi

Beberapa entrepreneur menyebutkan minatnya untuk masuk membuat bidang transportasi masal di beberapa kota di Indonesia. Ketertarikan itu segera dilakukan tindakan Sri Mulyani dengan memohon jararan Kemenkeu bekerjasama dengan Pemerintah Daerah.

3. Air Bersih serta Sanitasi

Perhatian beberapa negara juga tertuju pada penyediaan infrastruktur air bersih serta sanitasi. Dalam beragam pertemuan, beberapa negara mulai membahas pertolongan dana.

4. Kebakaran hutan

Beberapa negara juga tawarkan bantaun dana internasinal berkaitan pengelolaan rimba pada Indonesia. Hal semacam ini menyusul masih tetap seringkali terjadinya kebakaran rimba.

Sri Mulyani menyebutkan, problem kebakaran rimba jadi perhatian beragam negara karena dapat beresiko besar pada penambahan emisi gas karbon.

5. Pendidikan

Paling akhir, ada pula tawaran pertolongan penambahan kwalitas pendidikan di Indonesia. Sri Mulyani menyebutkan, ia juga akan segara bekerjasama dengan Menteri Pendidikan serta pemerintah daerah.

Pemerintah mengharapkan, pertolongan itu betul-betul dapat menolong Indonesia menguber ketertinggalan kwalitas pendidikan dari negara beda serta buat pemakaian 20 % biaya APBN jadi lebih efisien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *